MENGIDENTIFIKASI DOKUMEN KANTOR
A.
PENGERTIAN SURAT
Pengertian
surat menurut beberapa ahli
Ø
S. HIDAJAT
Surat adalah sehelai kertas atau lebih di mana dituliskan suatu pernyataan
atau berita atau sesuatu yang hendak orang nyatakan, beritakan, atau tanyakan
pada orang lain
Ø
PRAJUDI ATMOSUDIRDJO
Surat adalah helai kertas yang ditulis atas nama pribadi penulis atau atas
naam kedudukannya dalam organsasi yang ditujukan pada alamat tertentu dan
memuat bahan komunikasi
Ø
DIANA NABABAB
Surat merupakan alat komunikasi yang disajikan secara tertulis. Surat harus
disajikan dengan baik karena surat secara tidak langsung memberikan gambaran
tentang pribadi pengirimnya
Ø
DJOKO PURWANTO
Surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi
tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain baik yang berkaitan dengan kegiatan
bisnis maupun non bisnis.
Ø
Surat dalam arti luas adalah informasi tertulis yg dapat digunakan sebagai
alat komunikasi tertulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu yang khusus
berlaku untuk surat menyurat. dalam arti sempit adalah alat untuk menyampaikan
berita secara tertulis.
Ø
Surat merupakan alat komunikasi
tertulis yang disusun secara singkat dan sistematis. Kegiatan saling berkirim
surat dari seseorang kepada orang lain atau dari organisasi kepada organisasi
disebut surat-menyurat atau korespondensi. Para pelakunya disebut koresponden.
Ø
Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah
pikiran, dan gagasan, alat bukti tertulis, alat pengingat, bukti historis, dan
pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti
bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang
tercantum di perangko harus semakin besar juga.
B. BIDANG-BIDANG KEGIATAN
KANTOR DALAM PENANGANAN SURAT
Pengurusan
surat-surat kantor adalah suatu kegiatan yang terpenting dalam
kantor.Organisasi pengurusan surat-surat kantor sangat berbeda dari instansi ke
instansi. Dalam suatuorganisasi yang kecil, surat-surat masuk dan keluar dapat
diurus oleh seorang petugas denganmerangkap tugas-tugas lain. Dalam suatu
organisasi yang besar pengurusan surat-surat dapatdikerjakan dalam bagian
masing-masing, atau dapat juga dipusatkan di suatu bagian khusus,yaitu bagian
atau seksi ekspedisi.
Pada
umumnya urusan penerimaan dan pengiriman suratsuratyang dipusatkan, yaitu yang
mengerjakan surat-surat masuk dan juga surat-surat keluar adalah dianggap lebih
baik.
Cara pengurusan
surat-surat apabila telah diterima :
Ø Penyortiran
surat. Meneliti asal (sumber) surat itu.
Ø Meneliti
cara pengiriman surat
Ø Penyortiran
selanjutnya dibagi menjadi beberapa kelompok
a.
Surat-surat Dinas;
yaitu surat-surat yang erat hubungannya dengan kegiatan kantor
b.
Setiap
kelompok surat hasil sortir ditempatkan tersendiri di dalam folder-folder
ataualat lain sejenisnya.
Ø Pembukaan
sampul (amplop).
Ø Pengeluaran
surat dari dalam sampul
Ø Penelitian
surat
Ø Pembacaan
surat
Ø Penyampaian
surat (intern)
Ø Pencatatan
Surat.
a.
Kartu kendalib.
b.
Buku Agenda
c.
Buku Pembantu Agenda
d.
Keterangan-keterangan
yang dicatat dalam Kartu Kendali ataupun Buku Agenda
Ø Langkah
akhir penanganan suratTata penyimpanan arsip aktif maupun arsip inaktif
menggunakan system penataan berkasdisesuaikan dengan kepentingan instansi
bersangkutan agar memudahkn pengendaliannya
C. TUJUAN MENULIS SURAT
Tujuan menulis
surat secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:
a.
Menyampaikan informasi
kepada pembaca surat;
b.
Mendapatkan tanggapan
dari pembaca surat tentang isi surat;
c.
Ingin mendapatkan
tanggapan dan menyampaikan informasi kepada pembaca surat.
Dengan demikian bila penulisan surat tidak benar,
justru tujuan yang diinginkan dalam surat menyurat tidak akan tercapai.
Sehubung dengan itu, masalah-masalah yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut :
·
Mengusahakan agar kekurangan dan kelemahan dalam surat menyurat itu tidak terjadi
dan bagaimana cara mengelolanya sehingga menghasilkan surat yang baik dan
efektif.
·
Para pegawai dan petugas harus menguasai pengaturan surat menyurat terutama
surat-surat niaga dan surat-surat resmi.
·
Para pejabat, pemimpin organisasi, instansi, ataupun perusahaan harus
selalu memeriksa dan ikut memperbaiki surat-surat sebelum ditandatangani.
Pada umumnya pengirim surat menginginkan hal-hal
berikut dari pembaca
surat :
·
Pembaca atau penerima surat percaya tentang masalah yang ditulis.
·
Pembaca harus menerima pandangan-pandangan, gagasan, dan
keputusan-keputusan dari pengirim.
·
Pembaca membalas surat dan meminta informasi lebih lanjut.
·
Pembaca memberi penjelasan atau informasi kepada pengirim.
·
Pembaca memenuhi segala permintaan pengirim.
·
Pembaca atau penerima dapat memahami
segala pengaduan pengirim.
·
Pembaca selalu ingin mengadakan komunikasi dan menjadi relasi kita
D. FUNGSI SURAT
Ada beberapa fungsi surat yaitu sebagai berikut :
1.
Surat sebagai dokumen tertulis
Surat berharga harus disimpan sebaik-baiknya oleh pemilik surat tersebut.
Sesungguhnya surat merupakan salah satu dokumen tertulis bagi si penerima surat
atau pemilik surat, karena dokumen itu sendiri mengandung makna warkat asli
yang digunakan untuk pembuktian suatu keterangan.
2. Surat sebagai duta atau wakil
Pengonsep surat dan para penata administrasi kantor harus hati-hati dan
bersungguh-sungguh dalam menulis surat agar tidak menimbulkan kesan buruk bagi
organisasinya.
Untuk dapat menciptakan itu susunan isi surat harus baik, termasuk
bentuknya. Selain itu isi surat harus luwes, sopan, menimbulkan kepercayaan dan
rasa setia kawan, mudah dimengerti, singkat dan jelas.
3.
Surat sebagai otak Tata Usaha
Surat menyurat harus dilaksanakan dan diatur dengan sebaik-baiknya, sebagai
alat yang menunjukan adanya kegiatan yang dilakukan oleh kantor tersebut.
4.
Surat sebagai media komunikasi
Komunikasi dianggap efektif apabila yang dikomunikasikan itu sampai kepada
tujuan sesuai dengan sumbernya. Surat sebagai alat komunikasi harus pula
efektif, artinya dapat mencapai tujuannya. Maka surat harus ditulis dengan
jelas dan terang apa yang dimaksud.
Menulis surat bukanlah hal yang mudah, untuk menulis surat seseorang harus
pandai merumuskan buah pikirannya dengan jelas dan mudah dimengerti oleh orang
lain sehingga mendapat respon yang menguntungkan
Surat sebagai barometer kemajuan kantor
Kegiatan yang dilakukan oleh kantor pemerintah atau swasta tidak dapat
berjalan dan berkembang dengan baik tanpa mengadakan hubungan atau komunikasi
antara sesamanya ataupun dengan pihak luar. Adapun pentingnya komunikasi itu
tidak lain sebagai alat untuk memungkinkan terjadinya hubungan kerjasama yang
baik dalam menyelesaikan pekerjaan kantor secara efektif.
E. SYARAT BAHASA SURAT
YANG BAIK
Dengan
bahasa, manusia setidak-tidaknya dapat mengomunikasikan tiga hal, yaitu
pikiran, perasaan, dan sikapnya terhadap sesuatu hal. Bahasa, termasuk cara
menuliskannya, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam
berkomunikasi secara tertulis. Bahasa surat yang baik dapat membuat pembaca
semakin antusias untuk membaca surat tersebut lebih lanjut.
Surat
menggunakan bahasa tulis . Oleh sebab itu, sebuah surat harus memenuhi syarat
bahasa tulis yang baik agar mudah dipahami oleh penerima surat. Selain itu,
harus dipahami bahwa tutur sapa seseorang juga dapat mencerminkan kepribadian
orang tersebut. Oleh karena itu, bahasa dan tutur sapa yang baik merupakan hal
penting yang harus diperhatikan dalam menulis surat.
Urutan
setiap masalah hendak dikemukakan harus dibuat demikian rupa sehingga sesuai
dengan urutan, misalnya.
a.
Pakailah paragraf
pertama sebagai pengantar untuk hal yang hendak dibicarakan dalam surat;
b.
Kemukakan masalah
pertama pada paragraf kedua;
c.
Setiap masalah baru
hendaklah dikem ukakan pada paragraf berikutnya;
d.
Apa yang sudah
dibicarakan pada paragraf sebelumnya jangan diulang lagi pada paragraf
berikutnya.
e.
Akhiri surat dengan
paragraf penutup.
Suatu karangan formal,
seperti surat, hendaklah menggunakan kalimat yang jelas, lugas, dan lazim.
Selain itu, penulis surat hendaknya menggunakan kata-kata yang baku, dan
menulis dengan mematuhi kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan secara
benar. Dengan bahasa yang jelas, dan lugas serta dituliskan dengan benar pesan
yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima surat akan dipahami secara
efektif.
Yang dimaksud dengan
bahasa yang jelas adalah bahasa yang mudah dipahami dan tidak ditafsirkan
secara berbeda. Bahasa yang lugas adalah bahasa yang tidak bertele-tele atau
tidak berbelit-belit untuk mengatakan sesuatu. Kalimat yang lugas adalah
kalimat yang padat dan hemat.
Agar surat yang dikirim
mendapatkan tanggapan yang positif, penulisannya harus memperhatikan syarat
berikut.
1)
Pahami dengan baik
permasalahan yang akan ditulis.
2) Pahami peratur an yang ada hubungannya
dengan permasalahan yang akan dituliskan.
3)
Gunakan kalimat yang
efektif .
4)
Gunakan istilah yang
umum dipakai dalam surat menyurat.
5)
Gunakan kata-kata yang
tepat.
6)
Hindari singkatan yang
tidak umum.
7)
Gunakan bahasa yang
sopan dan hormat.
8)
Ungkapkan isi surat
secara rinci dan jelas agar tidak terjadi salah tafsir atau salah pengertian.
F. SUSUNAN KALIMAT SURAT
Kalimat adalah penyampaian makana tertulis. Kalimat yang
singkat dan jelas tidak berarti menghilangkan/ menyalahi pola kalimat yang
seharusnya. Yaitu subjek, predikat, dan objek. Kalimat pendek dalam surat untuk
menghndari kesalahan penafsiran atau keragu-raguan pihak pembaca. Jadi kalimat
pendek di dalam surat lebih efektif dibandingkan dengan kalimat yang
panjangng-panjang seperti kalimat majemuk.
Alinea yang sempurna terbentuk dari himpunan kalimat yang
mengemukakan sesuatu lebih jelas dan terang, terutama berkaitan dengan tema
yang akan disampaikan.
G. PETUNJUK MENULIS SURAT
YANG BAIK
1)
Asas -asas penulisan
surat :
a.
Singkat
b.
Sederhana
c.
Tegas
d.
Tulus atau tidak palsu.
2)
Pada umumnya kesalahan
yang terdapat di dalam penulis sebuah surat berupa:
a.
Susunan yang rumit;
b.
Kalimat yang tidak
jelas dan bertele-tele;
c.
Pengungkapan gagasan
kurang sopan atau sebaliknya (terlalu menyanjung);
d.
Bahasa yang digunakan
tidak teratur;
e.
Ejaan tidak ses uai
dengan kaidah yang berlaku;
f.
Ketikan tidak rapi.
Sumber:
Sotyaningrum, Afra Tien. 2008. Korespondensi Bahasa Indonesia Dasar Teori dan Aplikasi. Amara Books: Yogyakarta.
Sumber:
Sotyaningrum, Afra Tien. 2008. Korespondensi Bahasa Indonesia Dasar Teori dan Aplikasi. Amara Books: Yogyakarta.
0 komentar:
Posting Komentar